
SMP Negeri 1 Dander melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh tertib dan semangat kebangsaan.
Pada 1 Oktober 2026, SMP Negeri 1 Dander melaksanakan kegiatan kokurikuler dengan tema pengolahan kacang tanah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Peserta didik bekerja secara berkelompok dan berhasil membuat 24 macam menu, di antaranya cilok sambal kacang, bumbu pecel, roti kacang, siomay, gado-gado, smoothie kacang, serta berbagai olahan kreatif lainnya.
SMP Negeri 1 Dander menggelar Bazaar Kokurikuler Kreasi Pangan Lokal dan Eksplorasi Produk Olahan Kacang Tanah pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 24 stand bazaar yang menampilkan beragam produk kreatif berbahan dasar kacang tanah.
SMP Negeri 1 Dander melaksanakan kegiatan Jumat Rohani pada Jumat, 26 September 2026, di mushola sekolah. Seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan berupa membaca surat-surat pendek Al-Qur'an, salat dhuha, dan berdzikir bersama dengan tertib dan khidmat.
SMP Negeri 1 Dander terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui pemasangan Mading Adiwiyata bertema “Sekolahku Hijau” yang dibuat oleh siswa kelas 7A. Mading tersebut memuat berbagai informasi, gambar, dan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan, penghijauan, pengelolaan sampah, serta menghemat air dan energi.
Siswa SMP Negeri 1 Dander, Ahmad Farid Musyaffa’, dari kelas 7A, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Pencak Silat International Referee Jury 24 Championship 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 1 Dander sekaligus menunjukkan semangat, kedisiplinan, kerja keras, dan kemampuan siswa dalam bidang olahraga pencak silat.
Siswa SMP Negeri 1 Dander, Dhany Pratama dari kelas 8A, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Pencak Silat International Referee Jury 24 Championship 2026 yang diselenggarakan di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur.
SMP Negeri 1 Dander melaksanakan upacara bendera pada Senin, 21 September 2026, dengan Bapak Priyo Utomo, S.Pd. sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau membahas pentingnya mencegah bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.