Siswa SMPN 1 Dander Sulap Pelepah Pisang Menjadi Totebag Ramah Lingkungan

Siswa SMPN 1 Dander memanfaatkan pelepah pisang untuk diolah menjadi **totebag ramah lingkungan** sebagai bagian dari pembelajaran Prakarya. Kegiatan yang dibimbing oleh Ibu Nurul Farahdilla, S.Pd. ini bertujuan mengembangkan kreativitas siswa sekaligus memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna. Pemanfaatan bahan alami tersebut juga menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan sampah plastik dan mendukung terwujudnya SMPN 1 Dander sebagai Sekolah Adiwiyata.

Dari pelepah pisang menjadi karya, dari kreativitas menjadi aksi nyata untuk bumi.

Dander, 17 September 2026 – Semangat mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan terus ditunjukkan oleh siswa SMPN 1 Dander. Salah satu bentuk kreativitas tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemanfaatan pelepah pisang yang diolah menjadi totebag ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Prakarya sekaligus upaya nyata dalam mengembangkan kreativitas siswa melalui pemanfaatan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Pelepah pisang yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Dalam proses pembuatannya, siswa belajar mulai dari menyiapkan bahan, mengolah pelepah pisang, merancang bentuk totebag, hingga menyelesaikan produk agar dapat digunakan sebagai tas belanja maupun keperluan sehari-hari. Kegiatan tersebut dibimbing oleh Ibu Nurul Farahdilla, S.Pd., selaku guru pembimbing Prakarya.

Pemanfaatan pelepah pisang menjadi totebag juga merupakan salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kantong plastik sekali pakai. Dengan menggunakan produk berbahan alami dan hasil karya sendiri, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan kreatif dan kewirausahaan.

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Dander terus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar sekolah diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata tidak hanya dilakukan melalui kebersihan lingkungan, tetapi juga melalui pembelajaran yang mendorong siswa untuk berinovasi, memanfaatkan limbah, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan.

Dari pelepah pisang menjadi karya, dari kreativitas menjadi aksi nyata untuk bumi.

#SPENSADA
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT