
Gurit Pandangon, geguritan kang ditulis dening Adinda Alfiranda Zahroh. Piyambake minangka guru basa Jawa SMPN 1 Dander
Tanjung Benoa, Bali
GURIT PANDANGON
Adinda Alfiranda Zahroh
Daktitipake sawijining
crita
Lumantar gurit sing
bakal kawaca
Gurit iki bisa katulis
Dening penggurit sing
nduweni rasa jembar
Jembare rasa lir segara
Apa swaraning ombak
atiku ora pati banter?
Kanggo nothog watu
sajrone atimu
Kanthi aksara kang
nyandhang asmara
Dak kira sliramu bakal
ngerti
Apa sing dakrasakake
nalika srengenge angslup
Nggawa crita kapang
marang sliramu
Nanging apa crita kuwi
bakal kok rungu?
Kerenn
@Alma Rossalia , thanks
jaya terus spensada
@Junita Aira artika,jaya
kerenn bu
@syafa maulida, josss
merelakan seseorang yang kamu cintai, adalah proses panjang yang perlahan mengikis bahagia dalam dirimu. bukan karena cintamu kurang kuat, tapi karena semesta seolah tak pernah berpihak. kamu mencintainya sepenuh hati, kamu pernah berdoa dengan air mata yang jatuh diam-diam di malam hari, kamu pernah berharap setiap harinya hanya tentang dia, tapi pada akhirnya kamu harus sadar, bahwa tidak semua rasa layak diperjuangkan sampai habis-habisan. kamu mulai belajar menerima, walau hatimu menolak. kamu mulai berjalan menjauh, walau jiwamu ingin tetap tinggal. kamu mulai belajar tersenyum, di tengah luka yang tak pernah bisa kamu sembuhkan sendiri. setiap hari kamu berpura-pura tidak apa-apa, walau di dalam kepalamu namanya masih berisik, suaranya masih terngiang, senyumnya masih kamu ingat dengan jelas. kamu mencoba menghapus kenangan, tapi kenangan tak bisa kamu buang begitu saja. kamu mencoba mencintai orang lain, tapi tak ada yang mampu menggantikan tempatnya. kamu mencoba membenci, tapi hatimu tetap lembut jika bicara tentang dia. dan di antara semua itu, kamu tetap mencintai dalam diam, dalam jarak, dalam rindu yang tak bisa kamu tunjukkan. kamu belajar mengikhlaskan tanpa menghapus rasa, belajar menerima tanpa benar-benar rela, dan belajar berjalan sendiri tanpa arah yang jelas. dan mungkin inilah bentuk paling sunyi dari cinta, ketika kamu harus melepaskan seseorang yang kamu tahu, adalah satu-satunya yang ingin kamu genggam selamanya. kamu tetap berdoa agar dia bahagia, walau bukan denganmu. kamu tetap berharap dia baik-baik saja, meski kamu sendiri tidak pernah benar-benar baik semenjak kehilangan dia. dan akhirnya, kamu sadar, bahwa cinta bukan selalu soal memiliki, tapi soal keberanian untuk melepaskan, saat tetap bersamanya hanya membuatmu terluka lebih dalam setiap harinya:)????
@Fandi ahmad pramudya, dalam bgt kk
bagus
@Elvira putri rahmawati, thanks
bagus
@putri amelia, thanks
kerennn bangettt buu, i like it????
@chika vernanda. kelas 7d, mantappp
hasil karya gurit pandangon Bu Dinda sangat baguss
@lubbifa anjani , thanks kaka